Khataman & Imtihan Al Qur’an Metode Ummi MI Istiqomah Sambas Purbalingga

Khataman & Imtihan Al Qur’an Metode Ummi MI Istiqomah Sambas Purbalingga

November 26, 2018 0 By webadmin

Madrasah hebat bermartabat, kembali ditunjukkan oleh Madrasah Ibtidaiyah Istiqomah Sambas Purbalingga dengan menggelar hajatan akbar berupa Khataman dan Imtihan Al Qur’an pada Sabtu, 24 November 2018 di Gedung Pertemuan PGRI Kabupaten Purbalingga. Selain dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, acara ini juga menghadirkan tamu lebih dari 900 orang.

Kepala MI Istiqomah Sambas Purbalingga, Ikhwandi Arifin, S.Ag., M.Pd.I. menyampaikan bahwa Acara Khataman dan Imtihan ini merupakan rangkaian puncak dari tujuh program dasar pembelajaran Al Quran Metode Ummi yang meliputi Tashih, Tahsin, Coaching, Supervisi, Sertifikasi, Munaqosyah, kemudian Khataman dan Imtihan.

Khataman dilakukan karena masing-masing peserta didik telah menyelesaikan tadarus Al Qur’an binnadzar (dengan melihat mushaf) sebanyak 30 Juz. Kegiatan ini dilakukan selama dua bulan penuh setiap ba’da shalat dhuhur secara terprogram dan sistematis dengan dipandu oleh masing-masing ustadz penanggung jawab halaqah.

Sedangkan Imtihan merupakan uji publik sebagai bentuk pertanggungjawaban madrasah dalam menyelenggarakan pembelajaran Al Qur’an secara berkualitas. Peserta Imtihan adalah peserta didik kelas IV (empat) MI Istiqomah Sambas yang telah dinyatakan lulus uji munaqosyah pembelajaran Al Qur’an Metode Ummi oleh tim penguji dari Ummi Foundation Cabang Bandung. Materi yang diujikan pada munaqosyah meliputi, Fashahah dan Tartil (kelancaran bacaan Al Qur’an secara tartil), penguasaan hafalan Al Qur’an juz 30, penguasaan kaidah-kaidah ilmu tajwid beserta prakteknya dalam bacaan Al Qur’an dan Gharaibul Quran (bacaan-bacaan asing yang terdapat dalam Al Qur’an).

Acara ini menghadirkan para tokoh agama seperti Ketua MUI, Ketua IPHI, Kepala Kankemenag, Ketua Ormas baik Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), maupun Al-Irsyad, Takmir masjid Agung Darussalam Purbalingga, para praktisi dan pemerhati pendidikan, Kepala KUA, para pejabat dinas terkait, tokoh penyelenggara pendidikan, para Orang tua / wali peserta didik, serta dewan pembina, pengurus, pengawas, dan penasehat Yayasan Istiqomah Sambas.

Puncak acara Khataman dan Imtihan ini sungguh menegangkan dan mengharukan, karena setelah peserta membacakan beberapa surat di akhir juz 30 yang dilanjutkan doa Khatmil Quran, pemandu acara mempersilahkan para tokoh dan tamu undangan untuk menguji secara langsung kemampuan baca quran peserta di atas panggung yang telah disematkan nomor dada masing-masing. Para tamu dipersilahkan menunjuk nomor peserta yang dituju secara acak kemudian bebas menguji tentang fashohah (kelancara bacaan), penguasaan teori dan praktek ilmu tajwid, Gharaaibul Quran (bacaan-bacaan asing dalam Quran), serta hafalan surat-surat yang ada pada Juz 30.

Perwakilan dari Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Purbalingga, KH. Muzni Tanwir menanyakan kepada salah satu peserta tentang bacaan imalah. Dijawab dengan jelas oleh peserta tertunjuk bahwa ”Imalah artinya memiringkan bunyi fathah pada kasrah, di dalam Al Qur’an hanya terdapat pada surat Huud, ayat 41 Juz 12”, kemudian peserta mencontohkan cara membaca ayat tersebut. Pertanyaan demi pertanyaan yang datang bertubi-tubi dijawab dengan tegas dan jelas oleh setiap peserta.

“Acara ini sungguh menakjubkan karena 188 peserta yang masih usia anak-anak dan baru duduk di bangku kelas IV (empat) Madrasah Ibtidaiyah telah mampu menjawab seluruh pertanyaan para tamu undangan tentang penguasaan baca Al Qur’an dengan lancar. Banyak para tamu undangan yang merasa takjub dan berderai air mata menyaksikan kehebatan anak-anak ini”. Tutur ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kab. Purbalingga, Bapak KH. Drs. Munir.

  

Keharuan makin memuncak setelah uji publik selesai. Pemandu acara mempersilahkan beberapa saat kepada seluruh peserta Khataman dan Imtihan untuk turun panggung dan menghampiri kedua orang tua masing-masing. Para peserta menyampaikan salam ta’dzim dan permohonan doa. Suara gemuruh isak tangis dan derai air mata bahagia menyeruak di gedung tersebut. Para peserta sambil berpelukan dengan masing-masing ayah-bundanya menyampaikan ucapan terima kasih karena telah dididik dengan baik, serta mohon maaf dan mohon doa kepada orang tuanya. “saya hanya bisa nangis dan gak bisa ngomong apa-apa kecuali hanya rasa syukur atas prestasi yang telah dimiliki anak saya”. Ungkap Hartoyo, salah satu anggota kepolisian Polres Purbalingga yang juga sebagai orang tua murid.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, H. Karsono, S.Pd.I, MM. dalam sambutannya menyampaikan rasa haru, takjub dan bangga, serta memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pendiri dan Pengurus Yayasan Istiqomah Sambas atas prestasinya dalam mengelola lembaga pendidikan ini. “ Atas nama kepala Kantor Kementerian Agama, kami sampaikan apresiasi yang tinggi kepada Ibu Hj. Iftitah beserta putra-putrinya yang telah berjuang dan menjadi inovator pendidikan di Kabupaten Purbalingga. MI Istiqomah Sambas telah menjadi MI terbaik Nasional, dan telah sukses memadukan ilmu umum (sains ) dan ilmu agama”.

Ketua Yayasan Istiqomah Sambas, H. Eling Purwoko, dalam sambutannya yang beberapa kali terhenti karena isak tangis haru, menyampaikan selamat kepada peserta Khataman dan Imtihan beserta para orang tua / wali peserta didik dan juga para guru atas prestasinya dalam pendidikan Al Qur’an ini. Beliau menyampaikan komitmennya untuk selalu berjuang dan berinovasi di dunia Pendidikan Islam secara maksimal. “ Kami seluruh jajaran yayasan, insya Allah senantiasa istiqomah dalam menjadikan Al Qur’an ini sebagai pondasi utama pendidikan. Kami ingin menjadi perekat ummat yang bisa berdiri di semua golongan. Kami tidak mencari keuntungan apa pun dari lembaga pendidikan ini kecuali hanya nggolet sangu mati (mencari bekal akherat)”.

Pada kesempatan tersebut Ketua Yayasan Istiqomah Sambas selain memberikan piagam dari Ummi Foundation Pusat Surabaya kepada seluruh peserta, juga memberikan apresiasi kepada tiga peserta munaqasyah terbaik dalam pembelajaran Al Qur’an Metode Ummi dengan memberikan uang pembinaan masing-masing satu juta rupiah. Selain itu beliau secara pribadi juga memberikan beasiswa pendidikan gratis hingga tamat Madrasah Aliyah kepada dua peserta Imtihan yang telah mampu menyelesaikan hafalan Al Qur’an sebanyak 5 lima juz.